Hai mas.....
Aku, wanitamu ini, sudah terbiasa sendiri, sudah terbiasa bertempur akan banyak hal sendiri, tapi mas tidak perlu risau, karena aku selalu bisa berdiri lagi, mas. Jika nanti saat bersamamu aku berubah manja seperti gadis kecil, jangan marah dan bosan ya, mas 🙂
Mas, aku adalah wanita yang cengeng, kerap rapuh, sensitif, namun harus aku akui (bahkan saat aku menulis ini) tidak bisa ku bersandar pada siapapun, aku menghadapi segalanya sendiri mas, karena akulah sang pondasi. Seringkali aku berdialog pada Tuhan, mohon bersamailah aku dengan mas yang teduh, menjadi tempat sandarku dari segala riuh.
Mas, hadirmu selalu ku bicarakan pada Tuhan, bahkan dari sebelum kita kenal dan bertemu mas. Sering kali aku bernegosiasi dengan-Nya. Dan aku yakin bahwa mas adalah pilihan-Nya. (cieeee) Gak usah senyum-senyum deh, mas!
Mas, banyak hal yang telah kuhadapi sehingga membentuk diriku seperti ini, mungkin mas bisa bilang aku keras, karena begitu pula ibuku bilang. Banyak sekali hal yang terjadi dalam hidupku, mas. Yang pasti nanti akan kuceritakan sama mas saat kita leyeh-leyeh bersama. Sambil memainkan jari-jemari disela-sela ngobrol. Pasti aku akan sangat lembek jika bersama, mas. Jadi yupi kali ah!
Aku pasti akan senang memandangi wajahmu yang teduh. Aku pasti akan suka dengan jemari mu yang selalu menggenggamku. Aku pasti akan suka dengan pundakmu dan akan menjadi tempat bersandarku. Aku pasti akan suka dengan suaramu yang kerap memanggil namaku. Aku pasti akan candu padamu, mas. Tapi jangan mudah menyerah padaku ya, meskipun aku acuh sama mas, tapi yang pasti mas adalah sandaran, tempatku pulang. Haduuuu... meleyot deh gue!
Mas, jika marahmu tiba, janganlah tinggikan suaramu ya, jangan biarkan aku takut, hangatkanlah tatapanmu mas. Marahlah dengan lembutnya, beri tau aku dengan tuturmu, agar aku bisa menangisi kesalahanku dalam pelukmu. Jangan juga diamkan aku ya mas, istilah sekarang silent treatment, jangan biarkan aku mencari tahu sendiri apa penyebabnya, itu sungguh sangat menyakitkanku, mas.
Mas, aku dan kamu pasti akan berbuat salah. Suatu hari aku pasti akan menyebalkan. Suatu hari pasti akan datang hari dimana aku dalam kondisi tidak fit. Suatu hari mungkin aku rewel dengan segala kerumitanku. Mas tolong beri tahu saja ya, jangan membentakku 🙂 belikan saja aku camilan atau ice cream vanilla, aku akan membaik. Mas, mungkin akan paham nanti hehe.
Mas, bimbinglah aku agar terus tumbuh menjadi sosok yang lebih baik lagi. Mari kita tumbuh bersama ya, mas. Mengejar ridho Sang Khalik agar perjalanan kita selalu bermanfaat dan penuh arti. Mari sama-sama kita membangun harapan bersama, satukan angan mas dan juga anganku. Aku akan tetap meminta ridho mu, mas. Biar bagaimanapun, mas adalah imamku. Ingatkan terus aku akan hal itu ya.
Mas, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Mas adalah doaku selama ini. Mas mungkin adalah harapan ku. Mas mungkin adalah idaman ku. Mas mungkin adalah yang kerap ku ceritakan pada Tuhan. Terima kasih mas sudah memilih aku, siapapun mas ku nanti aku akan sangat bersyukur, karena aku tidak lagi menghadapi segalanya sendiri. Dengan segala kekurangan dan keterbatasanku, semoga mas tetaplah pasanganku yang akan menggenapkanku. Dan dengan segala keterbatasan mas semoga aku akan selalu merasa bersyukur.
Matur suwun, masku.....
Udah... gak usah senyum-ssenyum lo......!

0 Komentar